Rabu, 11 September 2013

Kunci Sukses Digital Marketing

Marketing.co.id - Digital marketing merupakan salah satu tren marketing yang paling hot dibicarakan saat ini. Banyak brand berlomba-lomba menggunakan digital marketing, meskipun demikian banyak pula brand yang gagal dalam menggunakannya. Salah satu cara untuk mengetahui kunci sukses digital marketing adalah dengan mempelajari case study digital marketing yang berhasil.
Salah satu contoh digital marketing yang berhasil adalah Tesco atau Home Plus di Korea Selatan. Pasar Korea Selatan merupakan pasar yang sukar untuk ditaklukkan, bahkan Walmart dan Carrefour pernah mengalami kegagalan saat masuk ke pasar Korea Selatan. Home Plus menghadapi tantangan yang berat untuk mendominasi pasar Korea Selatan.
Home Plus berambisi untuk mengalahkan E-Mart dan menjadi market leader di Korea Selatan. E-Mart memiliki jumlah toko yang lebih banyak daripada Home Plus. Kondisi ini memaksa Home Plus mengembangkan channel strategy yang berbeda dari E-Mart.
Home Plus mengadakan riset secara mendalam mengenai perilaku penduduk Korea Selatan. Dari hasil riset, penduduk Korea Selatan merupakan penduduk dengan tingkat produktivitas yang tinggi, dan berbelanja merupakan salah satu aktivitas yang dibenci, karena dianggap merupakan aktivitas yang menghabiskan waktu mereka.
Korea Selatan merupakan negara dengan penetrasi internet yang tinggi—82,7% dan 40 juta pengguna internet. Di tahun 2009, hanya ada 470.000 pengguna smartphone di Korea Selatan. Pada Maret 2011, jumlah pengguna smartphone sudah mencapai 10 juta dan meningkat menjadi dua kali lipat (20 juta pengguna) di bulan Oktober 2011.
Berdasarkan data-data ini, Home Plus melakukan inovasi pada channel strategy mereka. Home Plus tidak menggunakan strategi konvensional dengan menambah jumlah toko, namun mereka berinovasi menggunakan digital channel. Home Plus meluncurkan ide “Let the store come to people”. Ide ini diwujudkan dengan menciptakan virtual store di subway.
Virtual store ini memiliki tampilan yang mirip dengan tampilan di supermarket. Konsumen dapat membeli barang yang diinginkan dengan melakukan scanning QR code melalui smartphone. Home Plus akan segera mengantarkan barang yang dibeli ke rumah mereka dalam waktu singkat.
Digital campaign ini dilakukan dari November 2010–Januari 2011. Selama campaign ini, penjualan online Home Plus meningkat 130%, jumlah member meningkat 76%, dan 10.287 konsumen mengunjungi mobile site Home Plus melalui smartphone. Home Plus juga menjadi nomor 1 untuk online market dan nomor 2 di offline market.
Kunci sukses digital marketing Home Plus:
  1. Pemahaman Customer Behavior
Inovasi yang dilakukan oleh Home Plus, berdasarkan data riset mengenai customer behavior di Korea Selatan. Home Plus memperoleh insight bahwa  penduduk Korea Selatan sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga tidak memiliki banyak waktu luang.
Penduduk Korea Selatan menganggap bahwa aktivitas belanja di supermarket atau toko ritel adalah aktivitas yang menghabiskan waktu mereka. Home Plus juga menemukan bahwa penduduk Korea Selatan “terpaksa“ membuang waktu ketika menunggu subway. Home Plus mengubah aktivitas menunggu subway menjadi satu pengalaman belanja yang menarik dan efisien.

  1. Pemahaman Tren Industri dan Teknologi
Home Plus memutuskan untuk menggunakan virtual store karena Korea Selatan memiliki penetrasi internet dan penggunaan smartphone yang tinggi. Home Plus bisa membuat mobile site yang nyaman dan canggih untuk mendukung pembelian secara online. Hasilnya jumlah online sales meningkat 130%.

  1. Solusi Kreatif
Solusi yang diberikan Home Plus bukan sekadar membuat mobile site, display di subway, dan menggunakan QR code untuk online shopping. Home Plus menawarkan solusi untuk menghemat waktu belanja dan cara baru berbelanja yang berbeda dengan kompetitor.
Kunci sukses digital marketing dapat dibagi dalam dua bagian besar. Bagian pertama adalah perencanaan yang baik; dan bagian kedua adalah proses eksekusi yang excellent.
Marketer harus memiliki pemahaman yang mendalam saat membuat digital marketing plan. Digital marketing plan bukan hanya berisi channel yang akan digunakan, pesan yang disampaikan, berapa follower atau fans yang ingin diperoleh. Digital marketing plan harus disusun berdasarkan informasi landscape industri, tren industri & teknologi, customer behavior, dan buying process.
Informasi ini akan membantu marketer untuk mengidentifikasi masalah yang dianggap penting oleh konsumen, menentukan digital marketing tools yang diperlukan, membuat solusi kreatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Proses eksekusi digital marketing juga harus dilakukan secara excellent, karena rencana yang baik tanpa pelaksanaan tidak akan menghasilkan apa pun.
Apakah Anda, para marketer Indonesia, siap untuk membuat perencanaan digital marketing yang baik dan melakukan proses eksekusi dengan excellent?

Jangan Takut Berkompetisi Dengan Brand Besar

Tak sedikit pengusaha kecil memiliki persepsi bahwa mereka tak mampu bersaing dengan brand besar. Padahal di zaman pemasaran modern seperti sekarang ada banyak peluang bagi para pengusaha kecil untuk meraih pangsa pasar dan bahkan bersaing dengan merek global.
Berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan dalam berkompetisi dengan merek global.

Mengobservasi persaingan
Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencari tahu peluang apa yang ditinggalkan oleh kompetitor – baik  besar maupun kecil. Di zaman sekarang, orang-orang menjadikan internet sebagai tumpuan dalam mencari informasi. Jadi, pastikan bahwa bisnis Anda terlihat oleh para pencari informasi.

Anda dapat melakukan ini melalui iklan berbayar atau menggunakan SEO (Search Engine Optimization). Anda juga perlu mengobservasi perbandingan kisaran harga agar dapat memiliki peluang menggapai segmen konsumen yang sesuai.

Terlihat Menarik
Satu cara yang mudah untuk membangun kepercayaan adalah dengan terlihat menarik. Anda harus terlihat sebagus atau bahkan lebih bagus dari kompetitor. Misalnya dengan cara membuat website dan materi marketing yang terlihat profesional dan mudah dimengerti. Intinya, Anda harus dapat mengeliminasi keraguan para calon pelanggan untuk membeli atau menggunakan jasa Anda.

Menjaga Hubungan Baik
Salah satu faktor kesuksesan merek global dalam menjajakan produk dan jasanya adalah menjaga hubungan baik dengan para pelanggannya. Mereka bahkan menyiapkan anggaran yang besar untuk customer relationship management. Anda juga dapat melakukan ini dalam skala kecil. Yang menarik, salah satu alasan pelanggan pelanggan enggan kembali adalah karena kurangnya komunikasi/kontak.

Anda mungkin perlu mengembangkannya tips di atas agar lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Meskipun modal Anda tidak sebesar modal para merek besar, namun tidak menutup kemungkinan Anda dapat bersaing dengan mereka apalagi dengan adanya internet.
(Sumber: www.newzap.co.uk)

Enam Tahapan Menjadi Bisnis Sosial

Marketing.co.id – Bagaimana bisnis Anda dapat menjadi sebuah bisnis sosial? Sebuah laporan baru bertajuk “The Evolution of Social Business”dari Altimeter Grup menguraikan bagaimana bisnis Anda dapat menjadi bisnis sosial.

Seperti dilansir cmswire.com, setidaknya ada enam tahapan untuk mengubah bisnis Anda menjadi bisnis sosial, yaitu Planning, Presence, Engagement, Formalized, Strategic, dan Converged.

Definisi bisnis sosial menurut laporan tersebut adalah integrasi mendalam media sosial dan metodologi sosial ke dalam organisasi untuk menumbuhkan suatu hasil yang nyata dalam bisnis.

Elemen kunci bisnis sosial
Laporan tersebut mengatakan kendala utama yang sering dihadapi banyak bisnis adalah masih banyaknya strategi sosial yang belum bersinergi dengan tujuan bisnis.

Altimeter juga mencatat bahwa ketika tujuan diselaraskan pun, inisiatif sosial sering kali harus berurusan dengan kurangnya strategi yang terdefinisi dengan jelas, tata kelola atau pendanaan.

Dalam tahapan laporan tersebut, keberhasilan bisnis sosial adalah dengan menguasai beberapa elemen kunci, termasuk definisi yang jelas mengenai tujuan bisnis, pengembangan visi jangka panjang untuk menjadi bisnis sosial, dan dukungan eksekutif untuk menciptakan roadmap.

Planning (Perencanaan)
Tahap pertama dari elemen kunci bisnis sosial yang sukses adalah planning atau perencanaan. Pada tahap ini perusahaan perlu melibatkan diri untuk mendengarkan dan mempelajari bagaimana konsumen menggunakan saluran sosial. Mereka juga perlu mengutamakan  tujuan strategi yang dapat memiliki pengaruh besar.

Altimeter memberikan contoh Dell. Pada tahun 2006 perusahaan tersebut mengamati apa yang orang tulis di blog dan forum diskusi tentang Dell  selama sembilan bulan sebelum akhirnya memutuskan menggunakan media sosial.
Pada tahap perencanaan, proyek percontohan dapat mengarah pada solusi media sosial yang paling efektif bagi permasalahan bisnis. Mengukur kemajuan juga penting dalam tahap ini.

Hal ini bisa dimulai dengan audit dan pengukuran kesiapan kompetitif dan internal yang melampaui pelacakan penyebutan atau sentimen. Mengukur bagaimanan penyebutan itu berpengaruh terhadap bisnis.

Presence (Kehadiran)
Tahap kedua dari elemen kunci bisnis sosial yang sukses adalah presence. Tahap ini perusahaan mulai mengklaim taruhannya, seperti meluncurkan channel YouTube. Di sini, perusahaan sedang menguji saluran mana yang paling cocok.

Altimeter mengatakan pihaknya telah menemukan bahwa bisnis sosial yang sukses menggunakan konten untuk berbagai tujuan. Misalnya untuk memperkuat upaya pemasaran mereka saat ini, atau menyelaraskannya dengan tujuan bisnis.

Engagement (Keterlibatan)
Keterlibatan adalah tahap ketiga ketika sebuah perusahaan menggunakan dialog untuk memperdalam hubungan – membangun komunitas, mempercepat jalan menuju pembelian pelanggan, atau memberikan dukungan secara langsung kepada pelanggan melalui media sosial.

Formalized (Formalisasi)
Pada tahap keempat ini, perusahaan mengatur skala upayanya. Mereka secara konsisten menampilkan pengalaman pelanggan bermerek melalui semua saluran. Sponsor eksekutif dapat membantu perusahaan mengembangkan pendekatan yang terkoordinir.

Strategic ( Strategi )
Pada tahap kelima ini, organisasi menjadi saksi mata dari dampak bisnis upaya sosial. Inisiatif tersebut menjadi lebih terpadu di seluruh perusahaan dan komite pengarah lintas fungsional terbaik pun akan terbentuk.

Idealnya big data dari interaksi sosial adalah tambang bagi kecerdasan bisnis dan digunakan untuk menginformasikan evolusi tersebut.

Converged (Konvergensi)
Tahap keenam ini menandai saat di mana bisnis akan menjadi entitas yang lebih sosial dari sebelumnya. Mereka juga telah memiliki visi yang jelas dan serangkaian penerapan terpadu untuk memperbaiki hubungan dan pengalaman pelanggan maupun karyawan melalui media.

Pada titik ini, ada satu set strategi bisnis bagi perusahaan di mana media sosial telah saling terkait. Terdapat pula sebuah kultur sosial “menyeluruh” di mana teknologi sosial telah melebur menjadi satu di dalamnya.

Menurut laporan tersebut, merangkul media sosial tidak menciptakan bisnis sosial. Tetapi merupakan bagian dari tahap yang harus dilakukan perusahaan untuk menjadi bisnis sosial.

Setelah keenam tahapan tercapai, sosial ini tidak lagi istimewa: “Ini hanyalah cara Anda mendapatkan pekerjaan yang telah dilakukan, yang berfungsi banyak seperti telepon.”

Laporan ini didasarkan pada wawancara dengan 26 eksekutif dan social strategist di 15 perusahaan, dan sebuah studi kualitatif yang melibatkan 698 eksekutif dan para ahli strategi sosial.

3 Alasan Mengapa Starbucks Masih Bersinar

Perang kopi kian panas seiring menjamurnya berbagai coffee shops secara global. Namun di tengah sengitnya persaingan dan terpaan badai krisis, Starbucks masih menjadi raja coffee shops di Amerika.

Raksasa kopi ini pertama kali membuka gerainya di Pike’s Place Market, Seattle, pada tahun 1971. Tetapi, gerai tidak berkembang dalam angka yang signifikan sampai tahun 1990-an. Titik kebangkitan Starbucks adalah saat Howard Schultz, pengusaha dan penulis Amerika, mengambil alih perusahaan pada tahun 1992.

Sejak saat itu gerai Starbucks berkembang pesat dari 84 lokasi menjadi 501 lokasi pada tahun 2000. Selepas tahun 2000, gerai Starbucks bertambah hingga 13.500 gerai. Mari kita simak faktor apa saja, selain kualitas kopi yang tidak perlu diragukan, yang membuat Starbucks tetap mendapatkan pengakuan dari para pelanggan setianya di Amerika.

Tempat untuk semua orang
Semua pelanggan mengakui kualitas kopi Starbucks yang membantu mereka lebih bertenaga untuk mengawali hari. Tetapi, tak hanya kopi saja, Starbucks juga menyajikan menu makanan kecil dan minuman non-kopi. Hal ini membuat  Starbucks menjadi tempat yang tepat tak hanya bagi penikmat kopi, tapi setiap orang bahkan anak kecil. Pelanggan tak perlu khawatir apabila ia tidak mengetahui selera kuliner kolega barunya, Starbucks adalah tempat taruhan yang cukup ‘aman’ dengan menu yang ditawarkan.

Suasana berbeda
Harga secangkir kopi Starbucks yang tak jarang menuai kritik karena dinilai terlalu mahal, ternyata tak membuatnya ditinggalkan penggemar dan calon pelanggannya. Faktor lain seperti konsep gerai ternyata dapat menjadi penyumbang kesuksesan coffee shop.

Gerai Starbucks tak hanya menawarkan variasi menu tetapi juga suasana yang berbeda. Pilihan skema warna yang menghangatkan suasana, hiasan organik, suara musik alternatif serta barista dengan apron hijaunya membuat suasana gerai begitu nyaman bagi para pelanggan yang memulai harinya dengan menikmati sajian Starbucks.

Kenyamanan yang konsisten                               
Keandalan mungkin merupakan kunci yang membuat Starbucks memenangkan selera dan kesetiaan konsumennya. Barista Starbucks bekerja dengan cepat dan memberikan cinta di setiap sajiannya. Bahkan Starbucks bekerja sama dengan penyedia layanan pembayaran melalui telepon selular, untuk memberikan kemudahan pelanggan dalam pembayaran.

Tak sedikit orang yang mengkritik harga secangkir kopi yang dinilai masih terlalu mahal. Tetapi dengan adanya kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan, harga secangkir kopi Starbucks menjadi harga yang layak dibayar oleh para penikmatnya.
(Sumber: www.Forbes.com)

Ide Besar untuk Bisnis Bermodal Kecil

Kesuksesan para pengusaha membuat sebagian besar dari kita termotivasi untuk memulai usaha sendiri. Namun, begitu memulainya, tak sedikit yang merasa kesulitan karena terbatasnya modal dan persaingan sengit.
Di era digital seperti sekarang, modal kecil dan persaingan adalah alasan klasik. Kemudahan yang diberikan oleh internet membuka peluang bagi siapa saja – remaja, ibu rumah tangga, bahkan pensiunan – untuk sukses membuka usaha sendiri dengan modal kecil.

Pengusaha besar dapat melakukan ide besar untuk menaklukkan pasar dengan dana besar yang ia punya. Pengusaha pemula bisa mengadopsi ide si pengusaha besar  dan melakukan hal-hal luar biasa meskipun dengan modal pas-pasan atau hanya bermodalkan website. Simak ide berikut ini:

Langkah awal: Website
Buatlah website dan pastikan formatnya mudah diakses melalui komputer desktop, tablet, dan smartphone. Mintalah pendapat dari pelanggan atau kawan mengenali website Anda, apakah mudah diakses atau tidak. Buatlah akun jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan sebagainya sebagai cara untuk mempromosikan website.

Kontes
Salah satu cara untuk mempromosikan isi website adalah dengan membuat kontes berhadiah. Ide ini dipakai oleh pengusaha besar untuk menarik minat konsumen. Hadiah tak perlu selalu berupa uang cash jutaan rupiah seperti halnya pengusaha besar lakukan. Barang dagangan pun bisa dijadikan hadiah.

Tak sedikit pengusaha kecil seperti pemilik The Unrefined Kitchen, yang berhasil menggaet konsumen dengan cara seperti ini. Sebarkan berita kontes melalui jejaring sosial agar calon pelanggan mengetahuinya.

Video
Beberapa dari kita mungkin menganggap video adalah suatu bentuk keisengan belaka. Jangan salah, pengusaha pemilik merek besar menggunakan video sebagai alat pemasaran.

Gunakan YouTube AdWords Keyword Tool sebagai inspirasi tampilan dan konten video. Jangan membuat video persis seperti video yang sudah ada. Jika kira-kira sudah menemukan video mana yang bisa dijadikan referensi, coba tanyakan pada diri sendiri (tempatkan diri sebagi pelanggan, bukan pengusaha) apakah cocok atau tidak dijadikan inspirasi video untuk segmen bisnis Anda.

Konten
Salah satu cara merek besar menggaet pelanggan adalah dengan melibatkan mereka dalam kegiatan website dan jejaring sosial. Misalnya, seperti yang dilakukan Frishkies, merek makanan kucing yang terkenal. Melalui jejaring sosial, Frishkies mengadakan sesi foto bersama kucing terkenal bernama Tardar Sauce atau yang lebih dikenal dalam dunia maya dengan sebutan The Grumpy Cat. Bayangkan, pasti ada banyak pemilik kucing yang ingin mengikuti sesi tersebut.

Nah, bagi pengusaha pemula, seperti YogiPets, juga dapat melakukan hal yang serupa melalui jejaring media sosial seperti Instagram. Setiap bulan, foto yang terpilih secara acak dimuat di website dan pemilik kucing akan mendapatkan rewards. Dengan begitu, akan semakin banyak pula konten (foto) yang bisa membuat website lebih menarik.
(sumber: www.distilled.net)

8 Cara Membuat Uang dari Bisnis Sampingan Online

bisnis sampingan onlineJika Anda berencana untuk memulai bisnis online suatu hari nanti, berikut delapan cara membuat uang dari dari bisnis sampingan online.
Informasi produk
Anda dapat menjual produk informasi digital yang dapat di-download. Seperti e-book atau video kursus. Misal, Anda dapat menjual e-book tentang cara menurunkan berat badan tanpa berolahraga seharga $19.
Produk fisik
Anda dapat menjual produk fisik yang dapat dengan mudah dijual secara online. Misalnya,  menjual kaos hasil rancangan sendiri seharga $10.
Affiliate marketing
Anda dapat menjual produk atau jasa milik orang lain. Caranya dengan mengarahkan orang ke situs web mereka. Dengan begitu, Anda akan mendapat (dibayar dengan) komisi ketika orang membeli produk. Misalnya, Anda posting tautan ke salah satu produk di Amazon.com dan Anda akan mendapatkan komisi 4,00% bila seseorang mengklik tautan tersebut dan membeli.
Iklan
Anda dapat menjual ruang iklan di situs atau newsletter. Nantinya, Anda akan mendapat bayaran ketika orang mengklik iklan tersebut – terlepas dari mereka membeli atau tidak. Misalnya, Anda memasang iklan spanduk Google di side bar website, Anda akan mendapatkan sekitar $1,00 setiap kali seseorang mengklik iklan tersebut.
Service/layanan
Ketimbang Anda membuang-buang waktu dengan percuma, Anda bisa memanfaatkan dengan menjual waktu Anda untuk menghasilkan uang. Anda bisa menjadi konsultan, pelatihan, atau pembicara. Misalnya, menjual satu jam waktu Anda seharga $47 per jam untuk membantu mahasiswa mendaftar ke sekolah pascasarjana.
Aplikasi mobile phone
Anda bisa menjual aplikasi mobile yang dibuat sendiri. Dengan begitu, Anda akan dibayar ketika seseorang membeli aplikasi atau bila seseorang mengklik iklan dalam aplikasi tersebut. Misalnya menjual sebuah aplikasi iPhone yang dapat membantu ibu melacak obat anak-anak mereka seharga $0,99.
Aplikasi perangkat lunak
Menjual software mandiri atau perangkat lunak sebagai layanan (aplikasi web) yang pengguna dapat download atau berlangganan. Misalnya, menjual aplikasi web kepada dokter untuk membantu mereka menjadwalkan janjinya dengan pasien seharga $75 per bulan.
Situs keanggotaan (membership site)
Anda juga dapat menjual akses keanggotaan situs yang mencakup informasi premium dan/atau forum diskusi untuk individu dengan kepentingan tertentu. Misalnya, jual keanggotaan sebesar $10 per bulan di mana pemasar dapat masuk ke sebuah situs web untuk mempelajari strategi pemasaran dan tren terbaru.
Itulah delapan cara membuat uang dari bisnis sampingan online. Apakah Anda memiliki cara lain? Silakan berbagi dalam kolom komentar di bawah.
Sumber: parttimewebpreneur

5 Cara Sederhana Meningkatkan Omzet Bisnis

Dari beberapa observasi serta analisa strategi yang saya berikan ke teman-teman UKM, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan pemilik bisnis/pelaku UKM untuk meningkatkan omzet bisnis:

1. Target market potensial
Untuk meningkatkan omzet bisnis, salah satu cara penting yang perlu dilakukan adalah menentukan target market atau target konsumen yang paling berpotensi untuk meningkatkan omzet. Misalnya kalangan menengah ke atas (karena produk kita premium) atau kalangan anak-anak sekolah/mahasiswa karena produk kita memang fokus untuk melayani kebutuhan siswa/mahasiswa.

2. Rencanakan promosi
Cara selanjutnya untuk meningkatkan omzet bisnis adalah melakukan perencanaan promosi. Banyak UKM tidak melakukan perencanaan terlebih dulu ketika akan melakukan promosi bisnisnya. Merencanakan bisnis bisa dilakukan secara sederhana, misalnya tetapkan periode waktu promosi, tetapkan list strategi promosi, serta target yang ingin dicapai.

3. Membuat paket produk
Ada cara untuk membuat konsumen melakukan pembelian produk kita dalam jumlah besar. Langkah sederhana ini adalah dengan membuat paket-paket produk. Paket produk ini bertujuan agar konsumen membeli produk kita lebih dari satu produk, misalnya saja paket bundling, paket hemat, paket premium ataupun paket-paket saat periode tertentu (hari besar, hari istimewa, dan sebagainya).

4. Insentif untuk konsumen
Langkah lainnya yang cukup ampuh untuk meningkatkan omzet adalah dengan memberikan insentif ke konsumen jika konsumen tersebut melakukan pembelian berulang atau pembelian dalam jumlah tertentu. Pada dasarnya konsumen senang jika diberi insentif sehingga akan memotivasi untuk melakukan pembelian lebih. Insentif bisa berupa potongan harga, gimmick hadiah, tambahan bonus, dan lain-lain.

5. Varian produk
Strategi selanjutnya adalah dengan melakukan pengembangan produk (product development). Pengembangan produk ini bisa kita lakukan dengan cara membuat varian produk/jasa yang lebih variatif. Hal yang penting dari strategi ini adalah kita peka terhadap kebutuhan konsumen. Varian produk ini bisa dalam hal ukuran yang berbeda, fitur yang berbeda, jenis produk, tipe, serta variasi lainnya.
Hermas Puspito
Praktisi Pemasaran untuk UKM
Head of @ELCconsulting
@hermaspuspito