Rabu, 10 Juli 2013

Bisnis Kecil dan Digital Marketing


Digital-Marketing1
Minimnya anggaran tidak menghentikan sebagian besar pemilik bisnis kecil untuk berinvestasi di media sosial dan digital marketing.
Penelitian terbaru menemukan bahwa dua pertiga dari pemilik bisnis kecil berencana untuk berinvestasi lebih dalam upaya digital marketing mereka tahun ini, termasuk dalam upaya-upaya perbaikan situs, media sosial, dan iklan online.
Sebagian besar pemilik bisnis juga mengatakan mereka akan menggunakan email marketing guna meningkatkan kehadiran mereka.
Guna meningkatkan kehadiran mereka di media sosial, pemilik bisnis kecil banyak yang beralih ke LinkedIn. Sekitar 36% responden mengatakan mereka menggunakan LinkedIn demi bisnis mereka.
Angka tersebut naik 16% dari tahun lalu. Selain itu, jika dibanding tahun lalu, penggunaan Facebook dan aplikasi berbasis lokasi di kalangan bisnis kecil tahun ini sedikit menurun jika dibanding tahun lalu.
Pemilik bisnis kecil juga mencari cara untuk melampaui media sosial dan digital marketing. Sekitar 71% dari pemilik bisnis mengatakan mereka akan meningkatkan anggaran untuk mobile marketing. Tak hanya itu, pemilik bisnis kecil juga mencari cara untuk meningkatkan upaya word-of-mouth marketing selama sisa tahun ini.
Sekitar 80% dari pemilik bisnis mengatakan mereka akan menggunakan taktik word-of-mouth guna meningkatkan pemasaran dan visibilitas.
“Bisnis kecil Amerika melihat value dan peluang yang luar biasa dalam digital marketing. Meningkatkan kehadiran online jelas adalah cara mereka untuk mendapatkan akses ke pelanggan baru,” kata Chaty Martine, Executive Vice President AT&T Small Business Solutions – yang melakukan penelitian.
“Dengan berbagai alat digital – seperti email, situs, dan media sosial – ditambah dengan kemampuan mereka untuk memberikan yang terbaik untuk mengakses dari perangkat mobile, bisnis kecil sedang membangun koneksi baru tanpa batas,” terang Cathy.
Seperti kami kutip dari Business News Daily, penelitian ini didasarkan pada tanggapan dari 1.000 bisnis kecil Amerika sebagai bagian dari AT&T Small Business Technology Poll.

Meraih Sukses dengan Keluar dari Zona Nyaman


outsidecomfortzone
Ketahuilah, para pengusaha hebat tidak pernah merasa puas dengan kenyamanan. Mereka berani mengambil risiko atu mendorong batas kemampuan mereka sendiri untuk mencari cara agar bisa lebih besar dan besar lagi.
Setiap orang memiliki apa yang disebut “zona nyaman” – mental Anda memiliki keterbatasan di mana Anda memiliki rasa aman secara emosional dengan pekerjaan ataupun dalam mengambil sebuah keputusan.
Perbedaan antara orang sukses dari yang lainnya adalah apa yang mereka lakukan dengan zona kenyamanannya.  Ada orang yang sudah merasa nyaman dan bahagia dengan zona nyaman yang telah mereka bangun. Ada juga orang yang terus-menerus mendorong dan menguji batas-batas mereka.
Sebenarnya, zona nyaman bukanlah hal yang buruk juga. Itu ada karena sebuah alasan: untuk melindungi kita. Zona nyaman juga dapat melindungi kita dari stres dan rasa cemas yang belum siap kita hadapi.
Namun, pada akhirnya rutinitas yang akrab dengan zona nyaman hanya akan membuat Anda malas belajar, merasakan hal-hal baru yang lebih berpotensi bagi kita. Zona nyaman kemungkinan juga akan mencegah Anda membangun bisnis berkembang.
Sekarang saatnya bagi Anda untuk mencoba langkah berikut untuk keluar dari zona nyaman dan melihat dunia Anda tumbuh:
Terimalah bahwa Anda kurang sempurna
Apakah Anda takut dengan apa yang mungkin orang lain pikirkan? Atau justru tak peduli?
Biasanya kita ciptakan “aturan” tentang bagaimana berperilaku sehingga orang lain akan menerima kita.
Lakukan sesuatu yang menyenangkan, seperti menari di department store atau benyanyi di tempat karaoke. Hentikan ilusi tentang kesempurnaan.
Melawan rasa takut
Jadi, apa sebenarnya yang membuat Anda takut? Buatlah daftar dari apa yang Anda takutkan. Meliputi segala sesuatu mulai dari takut laba-laba sampai kehancuran keuangan. Kemudian buatlah rencana untuk menghadapi ketakutan itu satu per satu.
Cari teman
Ada banyak hal yang tidak bisa kita lakukan sendiri. Apakah ada sesuatu yang ingin Anda lakukan tapi tidak bisa dilakukan sendiri? Carilah teman untuk mewujudkannya.
Lepaskan dan menerima
Ketika berada di zona nyaman, biasanya Anda berada dalam sebuah ruang yang sudah dapat diprediksi: Anda biasanya tahu persis apa yang akan terjadi. Rasa takut yang berlebihan akan membuat Anda terjebak selamanya. Jadi triknya adalah melepaskan harapan Anda dan menerima hasilnya apapun itu – mengambil risiko dalam jumlah yang terukur.
Misalnya, jika Anda sedang merancang sebuah program baru atau meluncurkan sebuah produk baru lakukanlah dalam jumlah kecil dulu. Jangan dalam jumlah besar, karena ada risiko kehilangan semuanya.
Kerugian ini akan mengajarkan Anda sesuatu seperti bagaimana membuat produk yang lebih baik atau cara berbeda untuk memasarkannya. Nantikan hasilnya, apapun itu.
Bergaul dengan orang yang berbeda
Kita sering kali memilih teman atau rekan karena memiliki kesamaan. Lakukan sebaliknya, cobalah menemukan seseorang yang lebih gila dari Anda.
Memilih orang yang berbeda dari kita akan membuat sisi petualang kita keluar. Berpikirlah terbuka dan mengamati manfaat menjadi lebih berani.
Bayangkan keberhasilan Anda
Jika bersedia menghabiskan beberapa menit dari setiap hari yang Anda jalani untuk memvisualisasikan kesuksesan, Anda akan lebih bersedia mengambil risiko. Biarkan otak Anda istirahat dan melamun sejenak dan Anda akan kagum pada hasilnya.
Itulah enam cara keluar dari zona nyaman versi kami, bagaimana dengan versi Anda? Beritahu kami dalam kolom komentar.

Celah Islami Jadi Andalan



Ippho_Santosa_N_Partner_OKMarketing.co.id - Ippho Santosa menjadikan pendidikan sebagai core business sekaligus sarana mengubah orang lain ke arah yang lebih positif. Kali ini tauhid Islaminya menyapa segmen balita melalui Khalifah Day Care.

Harus meninggalkan anak untuk pergi bekerja memang menjadi dilema wanita bekerja di mana pun. Fenomena ini kerap terjadi di kota-kota besar yang para ibu rumah tangganya dominan berkarier di luar rumah.
Seiring pengembangan karier, mereka sering merasa dihantui rasa bersalah  manakala tidak bisa menyertai tumbuh kembang si kecil. Bagi yang masih tinggal dengan orang tua mungkin lebih berkurang rasa was-wasnya karena bisa menitipkan anak kepada sang nenek atau kerabat. Bisa juga dengan menitipkannya kepada asisten rumah tangga.
Tapi, pengawasan dari nenek dan asisten rumah tangga tentunya tidak bisa semaksimal sang orangtua. Berlatar dari permasalahan ini lahirlah peluang usaha penitipan anak.
Bisnis ini memang mulai terdengar gaungnya di telinga para konsumen beberapa tahun terakhir. Pasarnya yang potensial membuat persaingan makin kompetitif dengan jumlah pemain yang kian bertambah.
Namun, menjamurnya jasa penitipan anak kebanyakan tidak diimbangi dengan pembekalan materi pendidikan yang cukup. Hanya sebatas “menitipkan” dan memberi makan selama jam beroperasi sampai orang tua datang menjemput.
Di sinilah sosok Ippho Santosa hadir untuk memberikan solusi melalui “Khalifah Day Care”. Sejak awal, Khalifah Day Care dikembangkan dengan penekanan nuansa Islami sebagai positioning-nya.
“Kami tidak sekadar menjaga anak, tapi juga mendidik dengan bekal ilmu dan tauhid Islam yang bermutu karena masa balita adalah golden age. Seperti misalnya mendengarkan lagu-lagu Islami, membaca Alquran, berdoa, mendengarkan kisah para nabi, dan sebagainya,” ujar pria yang menjabat sebagai CEO Khalifah Day Care ini.
Ia bertutur, Khalifah Day Care resmi berdiri sejak tahun 2012. Diawali dengan Taman Kanak-Kanak (TK) Khalifah yang lebih dulu diluncurkan pada tahun 2007. Adapun keberadaan Khalifah Day Care tidak lepas dari faktor kebutuhan pendidikan konsumen yang ingin anaknya dididik secara Islami sedini mungkin.
Sedangkan TK Khalifah memiliki batasan usia tertentu untuk siswanya. Minat tersebut lantas ditampung dalam kelas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang digabung dengan TK Khalifah.
Namun, tidak semua TK Khalifah memiliki fasilitas demikian. Sehingga didirikanlah Khalifah Day Care untuk menampung kebutuhan tersebut.
Segmentasi Khalifah Day Care adalah keluarga muda (middle up) muslim yang memiliki anak kecil sementara sang ibu aktif bekerja.
Target market kami tidak hanya keluarga muda dengan anak, tapi mereka yang konsen terhadap pendidikan anaknya, terutama saat usia dini,” kata Ippho.
Menurut Adam Nova, Direktur Khalifah Day Care, rentang usia anak yang bisa dititipkan di Khalifah Day Care ini adalah 0 sampai 6 tahun. Untuk jam operasi, jasa penitipan anak ini mulai buka pukul 7 pagi sampai  5 sore selama Senin–Jumat dan pukul 7 pagi sampai 12 siang di hari Sabtu.
“Setiap pengajar/staf di Khalifah Day Care terlebih dahulu melalui training dengan kurikulum tertentu,” ujarnya.
Untuk menghindari stres pada anak karena durasi belajar yang terlalu panjang, maka pada program di Khalifah Day Care tidak ada pencapaian kurikulum yang ditargetkan.
Nilai-nilai yang akan ditanamkan melalui pembiasaan atau rutinitas sehari-hari meliputi: terbiasa untuk segera salat ketika mendengar suara azan atau ketika masuk waktu salat, terbiasa melakukan salat berjamaah, terbiasa wudhu, terbiasa bertutur kata santun, terbiasa menghabiskan waktu tanpa televisi,  dan terbiasa pola hidup sehat dengan tidur yang cukup dan makan yang teratur.
Tarif yang dibebankan kepada orang tua untuk menitipkan buah hatinya di Khalifah Day Care ini senilai Rp500.000–Rp1,2 juta per bulan, ditambah uang pangkal Rp1,5 juta–Rp3 juta.
Sejauh ini total pengembangan Khalifah Day Care mencapai 27 unit yang tersebar di seluruh Indonesia. Menariknya, Wilayah Jakarta sebagai pusat kota justru belum tersentuh sama sekali.
Untuk pengembangan usaha ini, Ippho lebih memilih jenis distribusi franchise. Mitra Khalifah Day Care hanya perlu menyiapkan modal awal sekitar Rp60 juta (sudah termasuk management fee, training, flyer promosi, perlengkapan seluruh isi kelas, furnitur sekolah, dan mainan), mempersiapkan lokasi, dan mengikuti training.
Royalti yang dibayarkan pun cukup ringan, hanya Rp1 juta per bulan apabila jumlah siswa sudah mencapai 15 anak. Bila belum, tentunya mitra tidak harus membayar, alias gratis.
Pemilihan franchise ini, menurut Ippo, kembali lagi kepada idealismenya untuk tumbuh bersama dan membawa pengaruh yang lebih baik kepada masyarakat.
“Kalau mau maju ya syaratnya harus mau tumbuh bersama. Asumsi bila memiliki 20 orang siswa, para mitra sudah bisa BEP dalam delapan bulan, “ ungkapnya.
Angka tersebut terbilang cemerlang mengingat usia Khalifah Day Care yang masih belia. Selain karena diferensiasi metode pegasuhan, strategi komunikasi yang dikalikan pun cukup menarik.
Ia menggaet artis David Chalik dan Baim Cilik sebagai bintang iklannya. “Mereka memiliki kesan positif dan kesan Islaminya juga sangat melekat,” terang Ippho.
Mengomentari target ke depan, penulis buku laris (mega bestseller) 7 Keajaiban Rezeki ini mengaku masih akan setia dengan dedikasinya kepada dunia pendidikan yang menjadi idealisme sekaligus bisnisnya.
“Saya akan terus berusaha membuat temuan-temuan baru di bidang pendidikan anak. Ini (Khalifah Day Care) adalah taktik kecil saya dari rencana besar untuk konsen di dunia pendidikan. All range akan saya sasar dan tetap dengan benang merah yang sama, yaitu nuansa Islami dan kemandirian,” pungkasnya.

Tagline yang Menarik dan Kreatif


tagline1
Tagline adalah alat pemasaran yang kuat untuk memotivasi pelanggan mendukung sebuah merek.
Tagline yang baik adalah yang dapat langsung dikenali oleh audiens. Tagline merupakan slogan atau frasa yang dibuat para pengiklan dalam bentuk visual maupun verbal yang mengungkapkan betapa pentingnya manfaat dari produk tertentu.
Cara membuat slogan
Untuk membuat tagline yang sempurna, terlebih dahulu Anda harus memikirkan audiens. Siapa sajakah mereka? Pelanggan, konstituen, atau masyarakat pada umumnya. Tentunya Anda menginginkan sebuah pesan menarik yang mencerminkan bagaimana Anda ingin dianggap. Sebuah tagline ringkas dan kuat dapat mengomunikasikan pesan Anda.
Tagline bisnis yang baik biasanya tidak datang begitu saja. Anda harus menuliskan beberapa ide. Setelah itu, Ada baiknya Anda “bermain” dengan ide-ide tersebut di kepala Anda selama seminggu atau lebih.
Brainstorming adalah cara lain untuk menghasilkan ide-de kreatif baru. Manfaatkanlah teman, keluarga atau rekan Anda. Jangan merasa frustasi jika Anda tidak segera menemukannya, karena untuk menjadi kreatif membutuhkan waktu. Tapi ingat, setiap orang dapat membuat tagline hebat, yang dibutuhkan adalah ide sederhana untuk memulai.
Cari bantuan untuk membuat tagline sempurna
Carilah perusahaan di luar sana yang dapat membuat tagline yang sesuai dengan perusahaan Anda. Namun, pastikan Anda melakukan pekerjaan rumah terlebih dahulu sebelum memesan sebuah paket.
Hal ini penting untuk memberitahu tagline seperti apa yang diinginkan – serius, lucu, atau lainnya. Anda juga harus memberikan latar belakang singkat mengenai perusahaan atau proyek yang Anda tangani dan apa yang ingin disampaikan dari tagline tersebut.
Semakin banyak informasi yang Anda berikan, perusahaan pengembang tagline akan dapat membuat tagline terbaik yang mudah diingat dan kreatif bagi perusahaan Anda.
Berikut 50 perusahan dengan slogan kreatif dan menarik:
  1. LG – “Life’s Good
  2. Apple – “Think Different
  3. Harley Davidson – “American by birth Rebel by Choice
  4. Lego – “Play On
  5. Panasonic – “Ideas for Life
  6. Reebok – “I am what I am
  7. Walmart – “Save Money, Live better
  8. Red Cross – “The greatest tragedy is Indifference
  9. Fortune Magazine – “For the men in charge of change
  10. McDonalds – “I’m lovin it
  11. Levi – “Quality never goes out of style
  12. Nike – “Just Do It
  13. Nokia – “Connecting People
  14. Sony – “Make Believe
  15. Kentucky Fried Chicken – “Finger Lickin good
  16. Electronic Art – “Challenge Everything
  17. Olympus – “Your Vision. Our Future
  18. Burger King – “Have it Your way
  19. Visa – “Its Everywhere you want to be
  20. Coca-Cola – “Twist Cap to Refreshment
  21. Jaguar – “Grace, space, pace
  22. Diesel Jeans – “Be Stupid
  23. Ebay – “Buy it. Sell it. Love it
  24. Energizer – “Keeps going and going and going
  25. L’Oreal – “Because you’re worth it
  26. Nikon – “At the Heart of the image
  27. Google – “Don’t be Evil
  28. 3M – “Innovation
  29. Canon – “See what we mean
  30. Volkswagen – “Think Small
  31. Fedex – “When there is no tomorrow
  32. IBM – “Solutions for a small planet
  33. Disneyland – “The happiest place on earth
  34. Adidas – “Impossible is Nothing
  35. AT&T – “Reach Out and Touch Someone
Itulah beberapa slogan menarik dan kreatif dari beberapa perusahaan terkemuka dunia. Jika Anda terus mencarinya, masih banyak slogan-slogan menarik dan kreatif di luar sana.

Apa Itu Smarketing, dan Bagaimana Memanfaatkannya


smarketingPernah mendengar istilah Smarketing sebelumnya? Jika posisi Anda di bagian marketing, mungkin Anda pernah membahas tentang lead berkualitas.dengan tim sales, atau mendefinisikan proses hand-off
Kapan sebaiknya tim penjualan mengambil alih lead? Di sinilah bedanya antara tim marketing dan sales di satu perusahaan dengan yang lain. Akan tetapi jika menerapkan Smarketing, Anda dapat memecahkan berbagai permasalah tersebut.
Apa yang dimaksud dengan “smarketing” ?
Bicara dengan bahasa yang sama.
Jangan lupa, semua yang Anda lakukan sebagai seorang pemasar haruslah menghasilkan pendapatan. Untuk itu, mulailah dengan menetapkan tujuan pendapatan bersama antara Anda dan departemen.
  • Apa tujuan marketing Anda?
  • Ukuran rata-rata kesepakatan yang diperlukan?
  • Berapa banyak pelanggan yang diperlukan?
  • Berapa banyak lead yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut?
Pengukuran ini dapat membantu menemukan proses hand-off dengan cara mendefinisikan persona pembelian Anda untuk memenuhi tujuan tersebut.
Menyiapkan laporan closed-loop dan menghindari masalah ini:
  • Menduplikasi lead
  • Keterbatasan info lead
  • Tidak ada umpan baik dari sales
  • Tidak ada pengukuran ROI (Return On Investment)
Menyiapkan laporan closed-loop memberikan lebih banyak lead yang berkualitas menjadi penjualan:
  • Contact info status updates
  • De-duplicate leads
  • Import to CRM
  • Lead Intelligence
Pelaporan closed-loop menyediakan komunikasi  antara dua departemen (sales dan marketing) dan membantu mereka untuk lebih memahami “mereka sedang mencoba menjual kepada siapa”.
Menerapkan service level agreement.
Maksudnya adalah mendefinisikan apa yang telah menjadi komitmen bersama antar sales dan marketing untuk menyempurnakan atau mendukung yang lainnya.
  • Jumlah dan kualitas lead adalah yang dibutuhkan pemasaran untuk memenuhi target pendapatan perusahaan.
  • Waktu penjualan dan kedalaman lead merupakan tindak lanjut untuk mencapai tujuan penjualan.
Mempertahankan keterbukaan komunikasi.
Peliharalah komunikasi yang terbuka dengan cara melakukan pertemuan rutin antara tim marketing dan sales minimal seminggu sekali.
  • Komunikasi kampanye
  • Komunikasi produk
  • Komunikasi pengembangan lead
  • Komunikasi panggilan penjualan
Pertemuan bukan hanya untuk membahas poin-poin yang salah atau penting, itu adalah proses komunikasi antara tim sales dan marketing.
Mengandalkan data.
Selalu menggunakan data dan tidak mengandalkan emosi bila ada yang salah.
  • Mengatur dashboard marketing
  • Melacak lead berdasarkan sumber
  • Melacak lead berdasarkan kampanye
  • Melacak jumlah  leads pemasaran yang berkualitas.
  • Pelaporan pemasaran bulanan
Pelacakan dari mana lead berasal dan apa yang mereka lakukan selanjutnya akan membantu tim sales dan marketing dalam membuat keputusan yang lebih baik bagaimana memproses dengan kampanye serta menentukan siapa lead yang berkualitas.
Smarketing mungkin terdengar sedikit aneh, tapi sekarang Anda tahu apa artinya bukan? Ikuti langkah-langkah di atas. Dengan begitu tim marketing dan sales Anda akan lebih smart.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Aberdeen Group menyebutkan bahwa perusahaan dengan keselarasan yang kuat antara sales dan marketing bisa mendapatkan pertumbuhan pendapatan tahunan hingga 20%.

Kiat Meningkatkan Partisipasi Pengunjung Event



url Mereka yang mengunjungi sebuah event belum tentu benar-benar tertarik pada event itu. Bisa jadi hanya untuk formalitas saja. Lantas bagaimana cara agar meningkatkan antusiasme para peserta? Berikut adalah triknya:
1. Dapatkan data pribadi
Ketika peserta mendaftarkan diri, mintalah berbagai data pribadi si calon pengunjung, terutama alamat email dan bidang yang diminati. Ini akan memberikan gambaran kepada Anda tentang acara apa dan bagaimana cara berinteraksi agar menarik perhatiannya.
2. Dapatkan data sosial
Selain email, Anda juga perlu meminta nama akun jejaring sosial si calon pengunjung. Kenapa? Karena Anda bisa melacak apa yang mereka minati dari yang mereka favoritkan. Selain itu, media sosial juga dapat meningkatkan perhatian pada merek, banyaknya pengunjung, dan nilai penjualan.
Exhibitor Magazine baru-baru ini melakukan studi, dan mereka menemukan bahwa 8 dari 10 marketers menggunakan media sosial, dan 38% di antaranya memanfaatkannya untuk event marketing.
3. Membangun komunitas
Bagaimana cara agar Anda mendapatkan (para pengunjung untuk) calon konsumen yang loyal? Caranya adalah dengan membangun sebuah komunitas. Ya, bentuklah sebuah komunitas yang identik dengan brand buatan Anda.
Anda bisa membentuknya melalui media sosial, seperti dari grup Facebook atau Twitter. Anda juga bisa memanfaatkan forum yang terdapat pada berbagai media online. Tapi tentu saja dengan tetap menjaga kedekatan dengan melakukan gathering untuk mereka.
4. Bersahabat dengan ponsel
Semakin berkembangnya teknologi, orang-orang lebih menyukai melakukan kegiatan sosial dengan menggunakan gadget, terutama smartphone. Jadi Anda perlu membuat mobile site yang user-friendly, minimal tidak lemot. Anda juga bisa membuat aplikasi untuk mereka gunakan.
Dengan aplikasi dan website yang mudah diakses, calon pembeli atau pengunjung event marketing akan tetap dapat menjaga komunikasi dan merasa dekat. Mereka jadi tidak canggung dan dipastikan sangat antusias saat acara berlangsung.
Jadi sebenarnya kunci dari meningkatkan antusiasme para peserta hanya dua, yakni mendengarkan dan memaksimalkan sosial media.
Mendengarkan
Misalkan sebelum acara berlangsung, pihak penyelenggara perlu melakukan penelitian mengenai keinginan para calon pengunjungnya. Saat acara berlangsung juga mereka bisa melihat antusiasme dan memberikan beberapa kegiatan interaktif untuk menarik perhatian. Begitu juga ketika kegiatan berakhir, penyelenggara perlu mendengarkan saran dan kritik para pengunjungnya.
Ini akan menjadi pelajaran berharga untuk event berikutnya.
Fungsikan Sosial Media
Coba perhatikan perkembangan sosial media, kini semua orang memilikinya bukan? Jadi kita perlu menggunakan jasa sosial media untuk menarik minat para calon pengunjung, pengunjung, dan mereka yang telah berkunjung. Misalnya dengan tweet interaktif mengenai acara yang mengandung hashtag (#). Dari sini Anda akan melihat antusiasme mereka, bahkan walau acara sudah berlalu sekalipun.
Cukup mudah, bukan?

Cara Melakukan Riset Pasar Dasar



Cara Melakukan Riset Pasar DasarRiset pasar memberikan pengusaha gambaran tentang jenis produk dan layanan baru yang mungkin memberikan keuntungan. Untuk jenis produk dan layanan yang sudah tersedia, riset pasar bisa memberitahukan perusahaan apakah mereka berhasil memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen.
“Gagal melakukan pasar riset sebelum memulai bisnis atau selama bisnis beroperasi seperti menyetir sebuah mobil dari Texas ke New York tanpa peta atau rambu lalu lintas,” kata William Bill dari Design Group LLC di Houston.
“Rencana riset pasar yang baik mengindikasikan ke mana dan siapa pelanggan kita. Rencana itu juga akan mengatakan kapan konsumen kemungkinan besar akan membeli produk atau menggunakan layanan kita,” imbuhnya.
Tipe riset pasar
Riset utama: tujuan dari riset utama adalah untuk mengumpulkan data dari analisa penjualan terkini dan efektivitas praktik penjualan. Riset utama juga memasukkan kompetitor dalam perhitungan sehingga memberikan kita informasi mengenai kompetisi yang kita jalani.
Riset utama mencakup:
  • Wawancara (baik melalui telepon atau bertatap muka)
  • Survei (online atau email)
  • Kuisioner (online atau email)
  • Focus group dengan mengumpulkan sampel klien atau konsumen potensial dan meminta masukan langsung dari mereka
Contoh beberapa pertanyaan penting mencakup:
  • Faktor apa yang Anda pertimbangkan ketika membeli produk atau layanan ini?
  • Apa yang Anda sukai dan tidak sukai dari produk atau layanan yang kini beredar di pasar?
  • Hal-hal apa saja yang menurut Anda harus diperbaiki?
  • Berapa harga yang tepat untuk produk atau layanan ini?
Riset sekunder: tujuan dari riset sekunder adalah untuk menganalisa data yang telah dipublikasikan. Dengan data sekunder, kita bisa mengidentifikasi kompetitor, menetapkan tolok ukur dan mengidentifikasi segmen target.
Pengumpulan data
Tidak ada bisnis kecil yang bisa sukses tanpa pemahaman tentang konsumen, produk, layanan, dan pasarnya secara umum. Kompetisi sering kali kejam dan beroperasi tanpa melakukan riset memungkinkan kompetitor mengambil keuntungan dari kita.
Ada dua kategori jenis pengumpulan data: kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif menggunakan analisis matematika dan membutuhkan sampel dalam jumlah besar.
Hasil pengolahan data tersebut menjelaskan perbedaan signifikan secara statistik. Satu tempat untuk menemukan hasil kuantitatif adalah web analitik.
Adapun metode kualitatif membantu kita mengembangkan dan menyempurnakan metode riset kuantitatif. Metode ini bisa membantu para pemilik usaha menemukan masalah dan sering kali menggunakan metode wawancara untuk mempelajari opini, nilai, dan kepercayaan konsumen. Metode riset kualitatif biasanya menggunakan sampel berukuran kecil.
Banyak pemilik bisnis baru yang sering kali kekurangan waktu dan uang mengambil jalan pintas yang justru menyerang balik mereka. Berikut tiga hal yang harus dihindari pemilik bisnis:
  1. Hanya menggunakan riset sekunder. Bergantung pada hasil riset pihak lain tidak akan memberikan gambaran sepenuhnya. Riset sekunder bisa menjadi awal yang baik, tapi tentu informasi dari riset ini mungkin tidak baru. Kita bisa kehilangan faktor yang relevan dengan bisnis kita.
  2. Hanya menggunakan sumber web. Ketika kita menggunakan mesin telusur untuk mengumpulkan informasi, kita hanya mendapatkan data yang tersedia bagi semua orang dan belum tentu sepenuhnya akurat. Untuk melakukan pencarian lebih dalam dengan bujet yang kita miliki, gunakan sumber dari perpustakaan, kampus, atau sentra bisnis kecil di area kita.
  3. Melakukan survei hanya pada orang-orang yang dikenal. Pemilik bisnis kecil terkadang hanya mewawancara anggota keluarga atau kolega dekat ketika melakukan riset. Sayangnya, teman dan keluarga sering kali bukan obyek survei terbaik. Untuk mendapatkan informasi akurat dan berguna, kita harus berbicara dengan konsumen yang sebenarnya tentang kebutuhan, keinginan, dan ekspektasi mereka.
Sumber: Entrepreneur