Rabu, 10 Juli 2013

Apa Itu Smarketing, dan Bagaimana Memanfaatkannya


smarketingPernah mendengar istilah Smarketing sebelumnya? Jika posisi Anda di bagian marketing, mungkin Anda pernah membahas tentang lead berkualitas.dengan tim sales, atau mendefinisikan proses hand-off
Kapan sebaiknya tim penjualan mengambil alih lead? Di sinilah bedanya antara tim marketing dan sales di satu perusahaan dengan yang lain. Akan tetapi jika menerapkan Smarketing, Anda dapat memecahkan berbagai permasalah tersebut.
Apa yang dimaksud dengan “smarketing” ?
Bicara dengan bahasa yang sama.
Jangan lupa, semua yang Anda lakukan sebagai seorang pemasar haruslah menghasilkan pendapatan. Untuk itu, mulailah dengan menetapkan tujuan pendapatan bersama antara Anda dan departemen.
  • Apa tujuan marketing Anda?
  • Ukuran rata-rata kesepakatan yang diperlukan?
  • Berapa banyak pelanggan yang diperlukan?
  • Berapa banyak lead yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut?
Pengukuran ini dapat membantu menemukan proses hand-off dengan cara mendefinisikan persona pembelian Anda untuk memenuhi tujuan tersebut.
Menyiapkan laporan closed-loop dan menghindari masalah ini:
  • Menduplikasi lead
  • Keterbatasan info lead
  • Tidak ada umpan baik dari sales
  • Tidak ada pengukuran ROI (Return On Investment)
Menyiapkan laporan closed-loop memberikan lebih banyak lead yang berkualitas menjadi penjualan:
  • Contact info status updates
  • De-duplicate leads
  • Import to CRM
  • Lead Intelligence
Pelaporan closed-loop menyediakan komunikasi  antara dua departemen (sales dan marketing) dan membantu mereka untuk lebih memahami “mereka sedang mencoba menjual kepada siapa”.
Menerapkan service level agreement.
Maksudnya adalah mendefinisikan apa yang telah menjadi komitmen bersama antar sales dan marketing untuk menyempurnakan atau mendukung yang lainnya.
  • Jumlah dan kualitas lead adalah yang dibutuhkan pemasaran untuk memenuhi target pendapatan perusahaan.
  • Waktu penjualan dan kedalaman lead merupakan tindak lanjut untuk mencapai tujuan penjualan.
Mempertahankan keterbukaan komunikasi.
Peliharalah komunikasi yang terbuka dengan cara melakukan pertemuan rutin antara tim marketing dan sales minimal seminggu sekali.
  • Komunikasi kampanye
  • Komunikasi produk
  • Komunikasi pengembangan lead
  • Komunikasi panggilan penjualan
Pertemuan bukan hanya untuk membahas poin-poin yang salah atau penting, itu adalah proses komunikasi antara tim sales dan marketing.
Mengandalkan data.
Selalu menggunakan data dan tidak mengandalkan emosi bila ada yang salah.
  • Mengatur dashboard marketing
  • Melacak lead berdasarkan sumber
  • Melacak lead berdasarkan kampanye
  • Melacak jumlah  leads pemasaran yang berkualitas.
  • Pelaporan pemasaran bulanan
Pelacakan dari mana lead berasal dan apa yang mereka lakukan selanjutnya akan membantu tim sales dan marketing dalam membuat keputusan yang lebih baik bagaimana memproses dengan kampanye serta menentukan siapa lead yang berkualitas.
Smarketing mungkin terdengar sedikit aneh, tapi sekarang Anda tahu apa artinya bukan? Ikuti langkah-langkah di atas. Dengan begitu tim marketing dan sales Anda akan lebih smart.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Aberdeen Group menyebutkan bahwa perusahaan dengan keselarasan yang kuat antara sales dan marketing bisa mendapatkan pertumbuhan pendapatan tahunan hingga 20%.

Kiat Meningkatkan Partisipasi Pengunjung Event



url Mereka yang mengunjungi sebuah event belum tentu benar-benar tertarik pada event itu. Bisa jadi hanya untuk formalitas saja. Lantas bagaimana cara agar meningkatkan antusiasme para peserta? Berikut adalah triknya:
1. Dapatkan data pribadi
Ketika peserta mendaftarkan diri, mintalah berbagai data pribadi si calon pengunjung, terutama alamat email dan bidang yang diminati. Ini akan memberikan gambaran kepada Anda tentang acara apa dan bagaimana cara berinteraksi agar menarik perhatiannya.
2. Dapatkan data sosial
Selain email, Anda juga perlu meminta nama akun jejaring sosial si calon pengunjung. Kenapa? Karena Anda bisa melacak apa yang mereka minati dari yang mereka favoritkan. Selain itu, media sosial juga dapat meningkatkan perhatian pada merek, banyaknya pengunjung, dan nilai penjualan.
Exhibitor Magazine baru-baru ini melakukan studi, dan mereka menemukan bahwa 8 dari 10 marketers menggunakan media sosial, dan 38% di antaranya memanfaatkannya untuk event marketing.
3. Membangun komunitas
Bagaimana cara agar Anda mendapatkan (para pengunjung untuk) calon konsumen yang loyal? Caranya adalah dengan membangun sebuah komunitas. Ya, bentuklah sebuah komunitas yang identik dengan brand buatan Anda.
Anda bisa membentuknya melalui media sosial, seperti dari grup Facebook atau Twitter. Anda juga bisa memanfaatkan forum yang terdapat pada berbagai media online. Tapi tentu saja dengan tetap menjaga kedekatan dengan melakukan gathering untuk mereka.
4. Bersahabat dengan ponsel
Semakin berkembangnya teknologi, orang-orang lebih menyukai melakukan kegiatan sosial dengan menggunakan gadget, terutama smartphone. Jadi Anda perlu membuat mobile site yang user-friendly, minimal tidak lemot. Anda juga bisa membuat aplikasi untuk mereka gunakan.
Dengan aplikasi dan website yang mudah diakses, calon pembeli atau pengunjung event marketing akan tetap dapat menjaga komunikasi dan merasa dekat. Mereka jadi tidak canggung dan dipastikan sangat antusias saat acara berlangsung.
Jadi sebenarnya kunci dari meningkatkan antusiasme para peserta hanya dua, yakni mendengarkan dan memaksimalkan sosial media.
Mendengarkan
Misalkan sebelum acara berlangsung, pihak penyelenggara perlu melakukan penelitian mengenai keinginan para calon pengunjungnya. Saat acara berlangsung juga mereka bisa melihat antusiasme dan memberikan beberapa kegiatan interaktif untuk menarik perhatian. Begitu juga ketika kegiatan berakhir, penyelenggara perlu mendengarkan saran dan kritik para pengunjungnya.
Ini akan menjadi pelajaran berharga untuk event berikutnya.
Fungsikan Sosial Media
Coba perhatikan perkembangan sosial media, kini semua orang memilikinya bukan? Jadi kita perlu menggunakan jasa sosial media untuk menarik minat para calon pengunjung, pengunjung, dan mereka yang telah berkunjung. Misalnya dengan tweet interaktif mengenai acara yang mengandung hashtag (#). Dari sini Anda akan melihat antusiasme mereka, bahkan walau acara sudah berlalu sekalipun.
Cukup mudah, bukan?

Cara Melakukan Riset Pasar Dasar



Cara Melakukan Riset Pasar DasarRiset pasar memberikan pengusaha gambaran tentang jenis produk dan layanan baru yang mungkin memberikan keuntungan. Untuk jenis produk dan layanan yang sudah tersedia, riset pasar bisa memberitahukan perusahaan apakah mereka berhasil memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen.
“Gagal melakukan pasar riset sebelum memulai bisnis atau selama bisnis beroperasi seperti menyetir sebuah mobil dari Texas ke New York tanpa peta atau rambu lalu lintas,” kata William Bill dari Design Group LLC di Houston.
“Rencana riset pasar yang baik mengindikasikan ke mana dan siapa pelanggan kita. Rencana itu juga akan mengatakan kapan konsumen kemungkinan besar akan membeli produk atau menggunakan layanan kita,” imbuhnya.
Tipe riset pasar
Riset utama: tujuan dari riset utama adalah untuk mengumpulkan data dari analisa penjualan terkini dan efektivitas praktik penjualan. Riset utama juga memasukkan kompetitor dalam perhitungan sehingga memberikan kita informasi mengenai kompetisi yang kita jalani.
Riset utama mencakup:
  • Wawancara (baik melalui telepon atau bertatap muka)
  • Survei (online atau email)
  • Kuisioner (online atau email)
  • Focus group dengan mengumpulkan sampel klien atau konsumen potensial dan meminta masukan langsung dari mereka
Contoh beberapa pertanyaan penting mencakup:
  • Faktor apa yang Anda pertimbangkan ketika membeli produk atau layanan ini?
  • Apa yang Anda sukai dan tidak sukai dari produk atau layanan yang kini beredar di pasar?
  • Hal-hal apa saja yang menurut Anda harus diperbaiki?
  • Berapa harga yang tepat untuk produk atau layanan ini?
Riset sekunder: tujuan dari riset sekunder adalah untuk menganalisa data yang telah dipublikasikan. Dengan data sekunder, kita bisa mengidentifikasi kompetitor, menetapkan tolok ukur dan mengidentifikasi segmen target.
Pengumpulan data
Tidak ada bisnis kecil yang bisa sukses tanpa pemahaman tentang konsumen, produk, layanan, dan pasarnya secara umum. Kompetisi sering kali kejam dan beroperasi tanpa melakukan riset memungkinkan kompetitor mengambil keuntungan dari kita.
Ada dua kategori jenis pengumpulan data: kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif menggunakan analisis matematika dan membutuhkan sampel dalam jumlah besar.
Hasil pengolahan data tersebut menjelaskan perbedaan signifikan secara statistik. Satu tempat untuk menemukan hasil kuantitatif adalah web analitik.
Adapun metode kualitatif membantu kita mengembangkan dan menyempurnakan metode riset kuantitatif. Metode ini bisa membantu para pemilik usaha menemukan masalah dan sering kali menggunakan metode wawancara untuk mempelajari opini, nilai, dan kepercayaan konsumen. Metode riset kualitatif biasanya menggunakan sampel berukuran kecil.
Banyak pemilik bisnis baru yang sering kali kekurangan waktu dan uang mengambil jalan pintas yang justru menyerang balik mereka. Berikut tiga hal yang harus dihindari pemilik bisnis:
  1. Hanya menggunakan riset sekunder. Bergantung pada hasil riset pihak lain tidak akan memberikan gambaran sepenuhnya. Riset sekunder bisa menjadi awal yang baik, tapi tentu informasi dari riset ini mungkin tidak baru. Kita bisa kehilangan faktor yang relevan dengan bisnis kita.
  2. Hanya menggunakan sumber web. Ketika kita menggunakan mesin telusur untuk mengumpulkan informasi, kita hanya mendapatkan data yang tersedia bagi semua orang dan belum tentu sepenuhnya akurat. Untuk melakukan pencarian lebih dalam dengan bujet yang kita miliki, gunakan sumber dari perpustakaan, kampus, atau sentra bisnis kecil di area kita.
  3. Melakukan survei hanya pada orang-orang yang dikenal. Pemilik bisnis kecil terkadang hanya mewawancara anggota keluarga atau kolega dekat ketika melakukan riset. Sayangnya, teman dan keluarga sering kali bukan obyek survei terbaik. Untuk mendapatkan informasi akurat dan berguna, kita harus berbicara dengan konsumen yang sebenarnya tentang kebutuhan, keinginan, dan ekspektasi mereka.
Sumber: Entrepreneur

Selasa, 09 Juli 2013

5 Cara Meningkatkan Bisnis Ecommerce

e-commerce-website-development
Media sosial menawarkan banyak kesempatan bagi kita untuk mendapatkan pelanggan, meningkatkan pengetahuan tentang apa yang pelanggan cari, dan membuat mereka terlibat dengan bisnis.

Media sosial meliputi berbagai bentuk komunikasi online, termasuk di antaranya Facebook, Twitter, Blog, forum, dan Podcast.
Jadi, bagaimana kita bisa mengambil keuntungan dari media sosial ini untuk meningkatkan bisnis ecommerce?

Pelanggan
Menggunakan media sosial memungkinkan Anda untuk meningkatkan basis pelanggan. Dengan menciptakan kehadiran online, kampanye pemasaran dapat menjangkau populasi orang-orang yang tidak pernah bisa dicapai melalui iklan lokal. Anda sekarang memiliki kesempatan untuk mengembangkan basis pelanggan hanya dengan menciptakan dan memelihara kehadiran online.

Visibilitas
Anda dapat menggunakan media sosial untuk membiarkan pelanggan dan pengikut tahu apa yang sedang bisnis lakukan. Ketika bisnis melakukan hal-hal besar, pelanggan atau pengikut Anda mungkin akan berbagi tentang hal tersebut dengan teman dan keluarga mereka yang mungkin juga akan tertarik dengan apa yang bisnis tawarkan.

Konten
Media sosial memungkinkan Anda mengiklankan tawaran spesial kepada pelanggan, dan meningkatkan jangkauan promosi khusus. Anda juga dapat menggunakan konten online untuk membiarkan publik tahu lebih banyak tentang bisnis.
Menciptakan hubungan dengan calon pelanggan dapat meningkatkan basis pelanggan dan loyalitas merek. Dengan menambahkan konten baru secara konsisten di media sosial akan menarik lebih banyak pengunjung ke situs.

Keterlibatan
Mungkin Anda sudah memiliki toko sepatu dan berpikir bahwa toko tersebut merupakan pilihan terbaik di kota Anda. Namun, jika Anda mengizinkan pelanggan berkomentar di media sosial, mungkin Anda akan menemukan ada merek lain yang lebih populer.

Dengan mendengarkan apa yang pelanggan inginkan, Anda dapat memenuhi kebutuhan mereka. Jika Anda mengetahui apa yang pelanggan inginkan, segera penuhi keinginan tersebut.

Dengan begitu Anda akan meningkatkan kepercayaan mereka terhadap perusahaan dan menciptakan pelanggan tetap di waktu yang bersamaan. Nah, mereka pada gilirannya akan merekomendasikan Anda pada teman-teman mereka dan tentu saja itu akan meningkatkan basis pelanggan.

Target
Media sosial dapat menargetkan demografis tertentu untuk mendapatkan nama Anda di depan kelompok orang-orang yang tepat. Misalnya, jika Anda memasang iklan di Facebook, Anda dapat memilih kriteria yang sangat spesifik – contohnya laki-laki yang suka skydiving dan tinggal di Ohio – dan Facebook akan menampilkan iklan hanya pada kelompok yang ditargetkan.

Facebook dan Twitter menjadi tempat kita berkeluh kesah bersama teman-teman dalan kehidupan sehari-hari. Namun, dengan beberapa pemikiran dan kecerdikan, mereka juga memiliki kemampuan untuk menjadi sumber daya besar bagi bisnis.
Selain media sosial, Anda juga dapat membuat forum atau blog, tempat pelanggan dapat mempelajari lebih jauh tentang apa yang terjadi dalam bisnis Anda.

Luangkan waktu untuk berpikir tentang bagaimana perusahaan dapat mengambil manfaat dari media sosial dan kehadiran online guna meningkatkan basis pelanggan dan menambahkan bottom-line Anda.

Meraup Miliaran Rupiah dari “Gunung Sampah”

sampah_01Marketing.co.id - Peruntungan bisnis bisa datang dari mana saja, salah satunya limbah plastik. Dengan ketekunan dan sikap pantang menyerah, Muhammad Baedowy mengolah limbah plastik, membentuk jaringan mitra, lalu mengekspor produknya. Miliaran rupiah pun mampu diraup dari bisnis ini.

Ketika membeli suatu produk, biasanya kita hanya mengambil isinya. Bungkus lalu dibuang. Jarang ada orang yang berpikir untuk memanfaatkannya. Padahal, jika kita mampu melihat dari mata wirausaha, kemasan itu dapat menjadi peluang besar.

Awal Maret lalu, redaksi Majalah MARKETING mendatangi pabrik pengumpulan dan daur ulang sampah. Lokasinya di Jalan Raya Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Bekasi.

Puluhan karung berukuran besar berisi barang bekas berjejer di sisi kanan dan kiri jalan. Meski dikelilingi timbunan “sampah”, tak tercium bau menyengat.
Sudah hampir 13 tahun Mohammad Baedowy (40) berkecimpung “mengurusi” limbah plastik di bawah bendera CV Majestic Buana. Dalam setahun, miliaran rupiah bisa dikantongi dari bisnis yang produknya sudah diekspor ke Cina ini.

Risiko Banting Setir
Keberhasilan Baedowy bukan tanpa proses panjang. Pria kelahiran Balikpapan, 2 April ini memutuskan menjadi pengusaha lantaran krisis ekonomi di Tanah Air, beberapa tahun silam. Selain itu, ia juga ingin memperoleh kemampuan finansial yang tak terbatas, serta membuka lapangan pekerjaan.

Mantan auditor di Royal Bank of Scotland ini bahkan pernah menjajal peruntungan bisnis dengan menjual jangkrik dan cacing. Banyak kegagalan yang ditemui dan Baedowy tak mendapatkan keuntungan dari usahanya itu. Hingga ia memutuskan untuk berbisnis minim risiko.

Ide tentang sampah ia dapatkan ketika melihat aktivitas para pemulung. Tak malu, Tokoh Pilihan Terbaik Majalah Tempo 2009 ini pun ikut mengumpulkan botol-botol bekas. Botol per botol dipisahkan menurut warna dan jenisnya, dicacah, dan dijual. Kegiatan tersebut terus dilakoni setiap hari.

“Saya melihat pemulung, dari situ muncul ide untuk membuat usaha daur ulang sampah. Bila dibanding dengan usaha makanan, kalau tidak laku, basi. Kalau usaha buah-buahan tidak laku, busuk. Ternak risikonya mati. Kalau sampah plastik tidak ada risikonya,” ungkap dia.
Baedowy 
Di awal bisnis, Baedowy menggunakan mesin buatan pabrik lain, dan hasilnya dikirimkan kepada seorang rekan untuk memenuhi permintaan ekspor. Tak lama berselang, usaha Majestic Buana yang ia dirikan terpaksa terhenti karena kerusakan mesin produksi. Plakat “Pabrik Dijual” pun sempat terpasang.

Berkat dukungan sang istri, Ajeng Ririn Sari, Baedowy berhasil bangkit dari keterpurukannya.
Hanya membutuhkan waktu satu tahun, sarjana ekonomi yang tak berbekal ilmu teknik ini akhirnya berhasil membuat mesin pencacah. Ia mulai kembali dari awal; memisahkan limbah botol plastik sesuai warna dan jenis, kemudian mencacahnya. Hasil berupa serpihan plastik kemudian dikeringkan.

Peraih Dji Sam Soe Award 2009 ini sengaja mendesain mesin yang bisa berputar dengan kecepatan tinggi, mirip pengering mesin cuci. Setelah serpihan tersebut dikeringkan kembali dalam oven, barulah siap dijual.

Di Cina, produk ini akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan benang polyester. Bahan bakunya didapat dari sampah botol plastik minuman jenis PET (polyethylene terephthalate). Sementara limbah gelas plastik minuman jenis PP (polypropylene) digunakan sebagai bahan baku pembuatan tali rafia.

Selain memenuhi permintaan ekpor, ia juga membuat produk daur ulang sendiri. Botol plastik oli didaur ulang untuk dijadikan lokop sapu.

“Ternyata janji Tuhan itu benar. Di balik kesulitan itu ada kemudahan. Dari situ, saya malah bisa memproduksi banyak mesin,” ungkapnya.

Jaringan Mitra Usaha
Kesuksesan finansial Baedowy jika dihitung di atas kertas cukup menggiurkan. Dengan mesin buatannya, ia bisa mendapatkan hasil olahan sebanyak tiga ton sehari. Dalam sebulan, juara Industri Hijau Tingkat Nasional 2009 itu mampu meraup miliaran rupiah dalam setahun.
sampah_02 
Seakan tak ingin sukses sendirian, ia mengakomodasi permintaan masyarakat yang juga ingin sukses seperti dirinya. Jaringan mitra kerja yang ia bentuk sudah menyebar dari Aceh hingga Papua.

Kepada mitra, peraih Soegeng Sarjadi Award on Good Governance 2010 ini menjual tiga jenis mesin penggiling. Harga tiap mesin berkisar Rp33 juta hingga Rp47 juta. Kini, ada 100 mitra yang dia miliki.

“Siapa pun yang mau usaha seperti saya, saya siap ajarkan. Ilmunya akan saya kasih semua. Mulai dari bangunan, pelatihan, dan hasilnya wajib saya beli. Saya pastikan ada buy back guarantee,” janji Baedowy dengan suara tegasnya.

Membagi 90% Laba
Berhasil menjadi pengusaha sukses, bagi Baedowy tidak bisa dijalankan seorang diri. Ia menilai, kesuksesan bisa didapat karena peran serta para karyawannya.

Peraih Piagam Kalpataru 2010 ini berjanji, tepat di tahun 2018 akan membagi rata 90% keuntungan yang ia terima dari pabrik untuk seluruh karyawan, dengan minimal masa kerja 5 tahun. Dengan cara ini ia berharap dapat terus menyejahterakan karyawan, dan juga membuat manajemen keuangan perusahaan transparan.

Karena kepiawaiannya, BBC Indonesia kerap menggandeng Baedowy untuk memberikan pelatihan wirausaha di seluruh Indonesia. Peraih penghargaan Indonesia ASEAN Young Green Soldier Award 2011 ini pun punya satu prinsip hidup. Ia yakin, jika seseorang mengerjakan sesuatu dengan tekun, hal kecil akan mendatangkan peluang besar.

“Jangan kamu ingin cepat dapat mengerjakan pekerjaan-pekerjaan besar. Karena pekerjaan itu jarang kamu temukan. Yang sering kamu temukan adalah pekerjaan-pekerjaan kecil. Bagaimana kamu bisa mengerjakan pekerjaan-pekerjaan besar kalau yang kecil saja kamu tidak terlatih. Sekecil apa pun pekerjaan, itu datangnya dari Tuhan. Lakukanlah dengan sungguh-sungguh pekerjaan yang kecil itu dengan hati suci,” pesannya.

Kiat Sukses ala Andrew ‘JRP’

OLYMPUS DIGITAL CAMERANama John Robert Powers (JRP) tentu sudah tidak asing lagi. Perusahaan franchise  ini merupakan salah satu pelopor yang menawarkan jasa pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia.

Kesuksesan JRP tentu tidak bisa dilepaskan dari peran Andrew Ardianto selaku direktur utama. Dalam acara silaturahmi dengan wartawan yang digelar Sabtu lalu di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta, Andrew membocorkan empat faktor penting dalam meraih kesuksesan. Inilah empat hal tersebut:

1.      Passion
Skill bukanlah hal utama yang harus Anda miliki jika ingin sukses, tapi passion. Skill akan membuat orang bernilai 100 (perfect), tapi passion akan membuat mereka jadi 101, 102, 103, dan seterusnya,” kata Andrew.

Dalam obrolan yang lain, pria yang sering menjadi pembicara di berbagai acara seminar ini juga menjelaskan bahwa passion akan memberikan Anda kreativitas, penanganan masalah, dan menimbulkan perhatian yang lebih pada perusahaan (bagi yang bekerja) atau bawahan (bagi pemilik perusahaan).

2.      Tujuan
Anda harus memiliki tujuan dari apa yang Anda jalani. Meski tak dapat dipungkiri bahwa uang ikut andil dalam tiap langkah Anda, tapi Anda juga harus memiliki tujuan yang jelas.

Misalnya, Anda ingin mengubah strata sosial keluarga sebelum Anda menikah. Atau Anda ingin memberi lapangan pekerjaan untuk orang-orang sekitar Anda. Nah, goal inilah yang akan menjadi motivasi dalam mengembangkan diri hingga Anda mendapatkan kesuksesan seperti yang diharapkan.

3.       Skill

Meski bukan yang utama, namun skill tetaplah penting. Skill akan menjadi modal bagi Anda untuk menjalani karir. Bahkan, kemampuan yang sederhana seperti bergaul dan bercanda pun jangan diremehkan. Karena bisa jadi Anda akan menjadi entrepreneur atau comedian yang sukses.

4.       Integritas
“Integritas akan berdampak pada rasa memiliki. Ini sangat penting untuk segala hal. Misalnya karyawan, mereka yang memiliki integritas yang tinggi pasti punya rasa memiliki terhadap perusahaan. Mereka yang seperti itu akan banyak memberikan masukan yang baik,” terang Andrew.

Andrew juga mengungkapkan cara mengikat keempat komponen penting ini adalah dengan konsistensi. Tidak hanya konsisten untuk meningkatkan keempat faktor di atas, tapi juga konsisten dengan apa yang Anda lakukan. Jika Anda ingin membuat sebuah bisnis misalnya, konsistenlah dengan bisnis yang Anda minati, dan jangan pantang menyerah meski gagal.
Berbicara mengenai kegagalan dalam berbisnis, Andrew menutup obrolan ini dengan mengatakan bahwa mereka yang ingin memulai bisnis harus berani. Awal bagi mereka yang memulai pasti gagal, tapi seterusnya mereka akan lebih siap.

Belajar Bangkit Dari Crocs

Belajar Bangkit Dari CrocsKetika Crocs, Inc. merilis saham pertamanya seharga 21 dolar per saham di tahun 2006, ada penilaian skeptis bahwa hanya masalah waktu perusahaan alas kaki tersebut akan tersandung.
Benar bahwa alas kaki produksinya dipakai secara luas oleh semua orang, mulai dari orang tua hingga profesional. Tapi, pada satu titik mereka mengatakan tren sepatu tersebut akan memudar.

Terlepas dari orang-orang yang menilai secara skeptis dan hadirnya barang tiruan yang beredar, penjualan Crocs terus meningkat pada tahun selanjutnya dengan puncak penjualan sebanyak 847 juta dolar pada tahun 2007.

Tapi, satu tahun kemudian resesi melanda Crocs. “Model bisnis kami waktu itu adalah ritel tidak perlu memesan produk,” ujar CEO Crocs John McCarvel. Produksi Crocs berbasis perkiraan.

Ketika penjualan tenggelam, perusahaan yang saat itu masih berusia muda mendapati persediaan produknya menumpuk, bahkan mereka tidak tahu berapa banyak  persediaan yang dimiliki ritelnya.

“Tiba-tiba resesi 2008 melanda. Ritel tak hanya tidak mengambil produk, bahkan mereka memotong jumlah persediaan. Ekonomi merosot dengan cepat,” ujarnya. Di tahun 2009, pendapatan Crocs anjlok ke jumlah 646 juta dolar dan nilai saham merosot menjadi 1 dolar per saham.

Terlepas dari pengalaman nyaris mati, Crocs kini hidup. Sekarang perusahaan alas kaki tersebut menjadi perusahaan bernilai miliaran dolar dengan suasana baru dalam langkahnya. Oktober tahun lalu, saham Crocs menanjak menjadi 75 dolar.

Crocs telah memperluas lini produknya mencakup 300 desain dengan rentang harga 25-60 dolar, dari model sepatu flats dan wedges hingga boots dan sepatu golf.

Kini Crocs meningkatkan manajemen rantai pasokan dan mengubah strategi ritel yaitu penjualan langsung ke konsumen sebanyak 43% dari bisnisnya. Pada waktu yang sama, perusahaan ini melebarkan sayapnya secara global dengan pasar AS mewakili kurang dari sepertiga dari penjualan.
Dari luar, perubahan Crocs terlihat dramatis. Kenyataannya, tahun-tahun tersebut penuh dengan perjuangan menurut McCarvel yang didaulat menjadi CEO pada tahun 2010.

“Dari awal kami tahu bahwa memiliki produk sandal ikonik adalah berkah yang sebenarnya, tapi kita juga tahu bahwa kita harus berinovasi,” tuturnya. Tahun 2006, perusahaan memasukkan material resin Croslite yang lembut, ringan, dan anti bau untuk seluruh desain produk alas kakinya. “Anda bisa melakukan banyak hal dengan material ini,” ucap McCarvel.
Sebelum resesi, perusahaan bergantung pada ritel untuk menjual dan mendistribusikan produknya. Produk alas kaki Crocs ada di mana-mana dari mulai ritel Nordstorm hingga Hallmark.

Kini, Crocs bekerja sama dengan ritel tingkat menengah, termasuk DSW dan Famous Footwear, serta menjualnya melalui ritel sendiri dan situs e-commerce. Pendekatan tersebut membantu Crocs mengendalikan persediaan produk agar tidak berlebih.

Pasar merek Crocs mengalami penurunan terutama di AS saat resesi melanda. “Bisnis di Asia tidak pernah melambat dan bisnis di Eropa berjalan dengan kecepatan yang baik,” kata McCarvel. “Sekarang kami memiliki keseimbangan global,” lanjutnya.
Sumber: Entrepreneur